Jumat, 01 Mei 2020

EMPATI



MATERI II (KEDUA) BIMBINGAN KONSELING (BK)
UNTUK KELAS VII-1 s/d VII-9
1. Pengertian Empati
Empati adalah kemampuan untuk dapat mengerti atau memahami apa yang orang lain rasakan secara emosional. Secara singkatnya, empati membantu Anda membayangkan diri berada di posisi orang lain.
Menurut Baron dan Byrne dalam buku Psikologi sosial pengertian empati adalah kemampuan untuk merasakan keadaan emsional orang lain, measakan simpatik   dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil prespektif orang lain.

Gambar 1.1 Empati dengan warga terdampak covid-19 dibagikan nasi bungkus gratis

2. Aspek Empati
  • Empati somatik
Pernah menonton film dan ikut merasa kesakitan saat pemerannya terluka? Hal itulah yang disebut sebagai empati somatik. Anda mampu merasakan dan merespon secara fisik apa yang dialami oleh orang lain.
Misalnya, Anda juga ikut merasa mulas ketika melihat teman Anda yang sedang cemas sebelum presentasi.
  • Empati kognitif
Empati kognitif meliputi pemahaman Anda mengenai pemikiran atau pola pikir orang lain. Anda bisa mengerti apa yang orang lain sedang pikirkan dan bisa memahami apa yang akan dipikirkan oleh orang lain.
  • Empati afektif
Empati afektif adalah empati yang cukup sering dilakukan. Anda mampu memahami emosi atau perasaan orang lain yang akan membuat Anda juga ikut merasakan emosi tersebut yang dapat memicu rasa peduli terhadap orang tersebut.
3. Manfaat Empati Bagi Manusia
Empati tidak hanya sekedar ada dan berfungsi untuk bisa memahami emosi orang lain, karena terdapat manfaat empati untuk manusia, seperti:
  • Membangun relasi dengan orang lain
Manfaat empati yang paling utama adalah untuk membangun relasi sosial dengan orang lain. Dengan memahami dan mengerti pemikiran serta perasaan orang lain, Anda bisa berinteraksi dan meresponi orang lain secara tepat. Orang lain akan merasa dapat dimengerti oleh Anda dan dengan sendirinya akan menjadi lebih nyaman dan dekat dengan Anda.
  • Memunculkan perilaku tolong-menolong
Perasaan empati adalah suatu emosi yang bisa memunculkan perilaku tolong-menolong. Ketika Anda bisa berempati terhadap orang lain, Anda akan lebih mungkin untuk bisa melakukan perilaku prososial berupa menolong orang lain.
  • Membentuk moral
Salah satu manfaat empati adalah membentuk moral Anda. Empati membantu Anda untuk mengidentifikasi apa perilaku yang sesuai untuk dilakukan dan mengarahkan serta membentuk nilai-nilai moral yang dianut.
  • Membantu mengatur emosi
Fakta yang unik, bila Anda bisa berempati dengan orang lain, Anda akan lebih mudah untuk mengatur emosi Anda sendiri. Kemampuan untuk mengatur emosi penting untuk bisa membantu Anda mengenali dan memahami emosi yang Anda rasakan, seperti mengendalikan tingkat stres agar tidak membuat Anda kewalahan.Empati juga membantu Anda untuk bisa mengkomunikasikan emosi dan pemikiran Anda dengan cara yang sehat./Empati berlebih dapat menimbulkan kerugian bagi diri
Sisi lain dari manfaat empati
Manfaat empati bagi manusia memang diperlukan dalam keseharian, tetapi di balik manfaat empati, empati yang berlebih dapat menimbulkan beberapa kerugian pada Anda, seperti:
  • Menelantarkan kehidupan
Rasa empati yang berlebih dapat membuat Anda mengorbankan banyak hal, termasuk hidup dan keuangan Anda. Anda bisa memberikan uang simpanan Anda kepada orang lain dan menelantarkan keluarga dan kehidupan Anda.
  • Menimbulkan rasa lelah
Empati berlebih juga dapat menimbulkan rasa lelah secara fisik dan mental karena terlalu merasakan dan memikirkan kesedihan, kemarahan, dan emosi negatif yang dialami oleh orang lain.
  • Mencurigai orang lain
Empati berlebih membuat Anda bisa salah mempersepsikan apa yang dirasakan dan dipikirkan orang lain. Anda bisa saja mencurigai orang lain secara salah karena merasa mengetahui perasaan dan pemikiran orang tersebut.
Oleh karenanya, rasa empati tidak boleh ditunjukkan terlalu berlebih dan hanya secukupnya saja. Anda harus bisa membatasi kepentingan, perasaan, dan keinginan Anda serta tidak mencampurkannya dengan orang lain. Empati berbeda dengan simpati dan rasa iba
4. Perbedaan empati, rasa iba, dan simpati
Empati adalah emosi yang berbeda dengan simpati dan rasa iba. Sesaat Anda mungkin merasa bingung dengan perbedaan dari ketiganya, tetapi sebenarnya ketiganya adalah emosi yang berbeda.
Rasa iba muncul ketika Anda meyakini bahwa apa yang dialami oleh orang lain seharusnya tidak dilalui oleh orang tersebut. Anda hanya menyadari bahwa orang tersebut tidak seharusnya mengalami masalah tersebut.
Simpati merupakan perasaan atau ekspresi yang muncul saat Anda peduli dengan orang lain dan berharap orang tersebut bisa lebih bahagia. Simpati merupakan emosi yang lebih dalam daripada sekedar rasa iba.Namun, simpati tidak didasarkan oleh pemahaman akan apa yang dialami, dirasakan, atau dipikirkan oleh orang lain.
Empati tidak hanya sekedar rasa iba atau simpati, karena empati meliputi pemahaman terhadap perasaan dan pemikiran orang lain, serta penyampaian pemahaman tersebut kepada orang lain. Empati bisa memunculkan keinginan untuk menolong orang lain.

5. Cara Membangun Empati
Setiap orang bisa berempati, entah dengan orang yang telah dikenal ataupun dengan orang asing. Meskipun begitu, cara membangun empati kepada orang yang telah dikenal tentunya akan berbeda dengan cara membangun empati pada orang asing. 
Cara Membangun Empati Kepada Orang yang Telah Dikenal
1. Belajar mendengarkan orang lain
Belajar mendengarkan orang lain adalah langkah pertama supaya kita dapat membangun empati untuk menjalin relasi dengan orang yang telah kita kenal sebelumnya. Pada dasarnya, tidak ada orang yang ingin diremehkan atau dinomor duakan. Karenanya, hilangkan kebiasaan mengutak-atik ponsel atau memikirkan hal-hal lain ketika kita sedang berbicara dengan orang lain. Perilaku-perilaku tersebut dapat membuat orang lain merasa jika kita tidak mendengarkannya dengan sepenuh hati.
2. Bersikap membuka diri
Bersikap membuka diri tidak terbatas pada kemauan untuk memulai atau terlibat dalam pembicaraan dengan orang lain, namun juga untuk membuka diri secara emosional dengan orang lain. Empati merupakan bentuk komunikasi dua arah. Agar dapat berempati dengan baik, ada baiknya Anda turut menceritakan tentang diri Anda ketika terlibat percakapan dengan orang lain. Meskipun begitu, bukan berarti Anda dapat menceritakan segala kisah hidup Anda kepada semua orang. Jeli dan selektiflah dalam memilih hal-hal apa saja yang bisa Anda bagikan dan hal apa yang harus Anda simpan sendiri.
3. Berikan afeksi secara fisik
Sentuhan secara fisik biasanya akan membuat hubungan antara dua atau lebih orang menjadi lebih dekat. Meskipun begitu, jangan gunakan cara ini kepada setiap orang. Masing-masing individu biasanya memiliki batasan sejauh apa ia mau disentuh oleh orang lain. Karenanya, pastikan tindakan yang Anda lakukan masih wajar dan tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman.
4. Fokuskan perhatian pada kondisi di sekitar Anda
Beberapa orang seringkali berada pada suatu situasi tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang terjadi. Hal ini dapat terjadi karena berbagai hal, mulai dari situasi lingkungan yang tidak mendukung atau pun karena individu yang kurang fokus. Untuk bisa membangun empati kepada orang lain, fokus pada kondisi sekitar merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Dengan memfokuskan diri, kita akan sadar ketika terjadi sesuatu yang berubah dan menjadi lebih peka mengenai tindakan apa yang harus diambil terhadap perubahan tersebut. 
5. Jangan menilai
Untuk bisa membangun empati, jangan pernah menilai seseorang atau suatu kondisi hanya dari sudut pandang Anda sendiri. Anda bukanlah orang yang bisa mengetahui berbagai hal tentang seseorang hanya dalam satu kali pandang. Artinya, penilaian subjektif yang Anda buat justru membuat Anda semakin sulit untuk membangun empati terhadap orang lain.
6. Berikan bantuan
Kadang, beberapa orang enggan meminta bantuan meskipun ia merasa kesulitan. Meskipun begitu, tidak ada salahnya jika Anda tetap dengan tulus menawarkan bantuan kepada orang lain. Dengan menawarkan bantuan, Anda menunjukkan jika Anda peduli dengan orang lain. Meskipun Anda telah memberikan bantuan kepada orang lain, namun jangan pernah mengharapkan orang tersebut melakukan hal yang sama untuk Anda.  
Cara Membangun Empati Kepada Orang Asing
1. Tumbuhkan rasa ingin tahu kepada orang yang belum Anda kenal
Salah satu cara menunjukkan empati adalah dengan memiliki ketertarikan kepada orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal dan berada di luar lingkaran sosial Anda. Anda bisa memulai obrolan dengan orang-orang baru yang Anda temui di bis atau ketika Anda berada di pusat hiburan. Satu hal yang perlu Anda ingat adalah tidak semua orang suka untuk berbicara dengan orang asing. Karenanya, Anda juga harus peka ketika ada orang lain yang merasa tidak nyaman dengan Anda.
2. Jadilah sukarelawan
Membangun empati terhadap orang lain dapat dimulai pula dengan menjadi sukarelawan. Dengan menjadi sukarelawan, Anda akan mengerti bagaimana rasanya menjadi orang yang membutuhkan bantuan orang lain. Pengalaman ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan dapat menjadi lebih empati terhadap orang lain.
3. Tantanglah prasangka Anda sendiri
Manusia cenderung memiliki prasangka buruk terhadap orang asing yang berpenampilan aneh atau tidak sama seperti penampilannya. Untuk bisa membangun empati terhadap orang asing, sebaiknya Anda menghilangkan prasangka buruk terhadap orang lain. Mulailah dengan mencari persamaan dengan orang yang sempat Anda beri label tertentu untuk mulai menjalin hubungan dengannya.
4. Gunakan imajinasi
Gunakan imajinasi untuk dapat merasakan apa yang sedang dialami oleh seseorang. Meskipun tidak semua imajinasi Anda benar, tapi setidaknya cara ini membantu Anda untuk bisa merasakan apa yang mereka rasakan dan memacu tumbuhnya empati dalam diri Anda sendiri.
5. Praktekkan berempati dengan mengalami sendiri
Terdapat sebuah quotes yang menyatakan jika kita tidak akan pernah bisa merasakan apa yang orang lain rasakan jika kita belum pernah “berjalan dengan sepatunya”. Quotes ini bermakna jika setiap orang memiliki jalan hidup dan kesulitannya masing-masing, karenanya kita tidak dapat menilai seseorang hanya berdasarkan apa yang kita lihat. Untuk bisa membangun empati dengan orang lain, Anda bisa berinisiatif untuk mencoba mengalami apa yang orang lain alami. Misalnya, untuk bisa lebih berempati terhadap asisten rumah tangga, Anda bisa mencoba untuk melakukan pekerjaan mereka selama satu minggu penuh.
6. Perlakukan setiap orang sebagai orang penting
Mulailah memandang orang lain sama pentingnya seperti diri sendiri. Di dunia ini kita tidak hidup sendirian, maka cobalah untuk menghargai semua orang yang Anda temui apapun status dan bagaimanapun kondisi kehidupannya.

SALAM DARI : IBU MUTHMAINNAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar