Kamis, 26 Maret 2020

MENGIDENTIFIKASI INFORMASI CERITA INSPIRASI


Untuk Kelas IX-7 s.d IX-9

MENGIDENTIFIKASI INFORMASI CERITA INSPIRASI

A.      Pengertian
Teks cerita inspiratif  adalah  cerita yang mampu mengilhami, menggugah kesadaran, dan membuka pencerahan pembaca agar terjadi perubahan menuju kebaikan.

B.      Ciri-Ciri Teks Inspiratif
Teks cerita insipirasi memiliki ciri berikut.
a.       Memiliki judul
b.      Cerita sistematis
c.       Bentuk cerita tidak terlalu panjang
d.      Isi cerita mengandung simpati, kepedulian, atau empati.
e.      Ide cerita bisa muncul dari fenomena dalam masyarakat.
f.        Cerita mampu menggugah pembaca untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
g.       Pesan yang disampaikan secara implisit dan disampaikan dengan memilih kata-kata yang menyentuh hati.

C.      Jenis-Jenis Ungkapan
1.       Ungkapan Simpati
Simpati adalah ungkapan perhatian seseorang kepada lawan bicaranya atas suatu kejadian yang dialami lawan bicara baik yang menggembirakan maupun yang tidak menggembirakan.
Contoh:
a. Sungguh malang nasibmu  
c. Turut berduka cita
b. Wah…selamat atas prestasimu 
d. Kasihan sekali

2.       Ungkapan Kepedulian
Kepedulian adalah cara memelihara hubungan dengan orang lain yang bermula dari perasaan dan ditunjukkan dengan perbuatan seperti memperhatikan orang lain, bebelas kasih, dan menolong.
Contoh:
a.       Bayu mengantar adiknya ke sekolah

3.        Ungkapan Empati
Empati adalah kemampuan seseorang untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain disertai dengan tindakan.
Contoh:
a. Saya mengerti keinginan Anda.
b. Saya dapat memahami pikiran Anda.
c. Saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu.

4.       Ungkapan Perasaan Pribadi
Perasaan pribadi adalah perasaan yang berhubungan dengan keseluruh pribadi, misal harga diri, putus asa.
Contoh:
a. Aku kecewa kepadamu.
b. Dia tersenyum ketika aku memberinya selembar uang.

10 Ribu Membuat Anda Mengerti Bersyukur

 Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja  kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan. Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, ”Beri kami sedekah, Bu!” Istri Budiman membuka dompetnya, lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jarijari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, ”Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!” Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, ”Tidak...tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!”  Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli camilan. Pada kesempatan yang sama, Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, Budiman ingin mengecek saldo rekening dia. Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan  langsung tombol informasi saldo. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil  dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening. Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, tetapi kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet.
Uang itu kemudian ia lipat kecil untuk diberikan kepada wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah. Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia . Ia pun berucap syukur kepada Allah  dan berterima kasih kepada Budiman  dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: ”Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga . Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anakanak yang saleh dan salehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!” Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu . Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, ”Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!” Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang.
Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana. Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca  dan istrinya pun mengetahui itu. ”Ada apa, Pak?” Istrinya bertanya. Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan, ”Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah! ” Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun, Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya. ”Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak, dan keluarga kita. Panjang sekali ia berdoa! Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt. sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal, aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuanBu..., aku malu kepada Allah ! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterima kasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu, tetapi sedikitpun aku tak berucap hamdalah.” Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu.

SOAL
Bacalah teks cerita inspiratif yang berjudul “10 Ribu Membuat Anda Mengerti Bersyukur” dengan saksama! Kemudian tentukan ungkapan yang terdapat di dalam teks tersebut berdasarkan jenis-jenis ungkapan teks cerita inspiratif.

a.    Sore itu, ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Kalimat di atas berisi ungkapan….EMPATI

b.    Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Kalimat di atas berisi ungkapan ….

c.     Uang itu kemudian ia lipat kecil untuk diberikan kepada wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.  Kalimat di atas memuat ungkapan kepedulian yang berisi ungkapan kepedulian ….

d.    Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Kalimat tersebut berisi ungkapan perasaan pribadi dalam bentuk ….

e.    Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan. Kalimat di atas memuat ungkapan perasaan pribadi yang berisi rasa ….

f.     Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan. Kalimat di atas beiri ungkapan simpati yang berisi rasa ….

g.    Semoga Allah memberi kebahagian lahir dan batin untuk tuan dankeluarga.  Kalimat di atas berisi ungkapan ….

h.    “Beri kami sedekah, Bu!”  Kalimat di atas memuat ungkapan perasaan pribadi yang bermakna ….

i.      Mata BUdiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya mengetahui itu.  Kalimat di atas berisi ungkapan empati dalam bentuk ….

j.      Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan, “Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!” Kalimat di atas berisi ungkapan ….

k.    Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya Kalimat di atas memuat ungkapan perasaan pribadi yang bermakna ….

l.      ”Tidak...tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!” Kalimat di atas memuat ungkapan perasaan pribadi yang bermakna ….


Penyusun            : Yulinar, S.Pd.
Untuk                   : Siswa Kelas IX-7 s.d IX-9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar